Kemarin saya sempat replai di tempatnya yang membahas tentang begitu berharganya perempuan. Saat yang bersamaan saya juga sedang baca tulisannya kang .
Sempat saya kutip sepotong tulisan kang RJ dan saya paste ke replainya Deby. Kutipan itu sepintas memang seide dengan tulisan Deby. Tapi kemudian saya telaah ulang dan saya melihat justru bertentangan dengan kemuliaan perempuan yang dimaksud Deby. Inti replai saya adalah jawaban atas pernyataan sebagian ulama kita yang sering mengatakan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu perempuan.
Hadist ini kan tidak sesuai dengan QS 56:36-37 : "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka sebenar-benarnya; Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan berusia sebaya"
Nah ayat ini berkenaan dengan para bidadari, yang Allah ciptakan dari perempuan yang saleh. Di surga lebih banyak bidadari daripada laki-laki mukmin. Secara tidak langsung menunjukkan bahwa kebanyakan penghuni surga justru perempuan.
Ternyata Deby setuju sekali dan begitu semangat menjawab "amiiiiiiiiiiiiiin" atas pernyataan saya ini, sampai kemudian saya tanya lagi. "Tapi Deb, ada yang ga saya suka dari surga... Satu laki-laki mukmin akan dapet 40 bidadari. Kalo Deby jadi bidadariku... Mau ga jadi yang ke 40...?"
Eh, yang ditanya malah ngamuk. "Pokoknya ga mau... Maunya jadi yang pertama dan yang terakhir..." He he he... kok jadi plin plan gitu Deb..?
Kalo ada yang nanya kenapa saya males berangkat pengajian, salah satunya ya yang seperti ini. Sepemikiran dengan kang RJ, banyak sekali diungkapkan hadist hadist yang menurut saya tidak jelas asal-usulnya dan seolah-olah begitu mendewakan makhluk yang namanya laki-laki walaupun saya juga laki-laki tulen.
Laki-laki dan perempuan menurut saya memilik hak dan kewajiban yang sama. Coba baca QS 16:97. "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Lebih lanjut ada hadis yang menyatakan begitu berartinya perempuan: Nabi saw berkata, "Samakanlah ketika kamu memberi anak-anakmu. Bila ada kelebihan, berikan kelebihan itu kepada anak perempuan." Ketika ada sahabat yang mengeluh karena semua anaknya perempuan, Nabi berkata, "Jika ada yang mempunyai anak perempuan saja, kemudian ia memeliharanya dengan sebaik-baiknya, anak perempuan itu akan menjadi pengahalang baginya dari api neraka (Muslim).
Hanya saja kesamaan itu tidaklah identik. Karena manusia telah dikaruniai kodrat masing-masing yang seringkali tidak bisa untuk saling tukar. Inilah yang kadang membuat terjadinya pertengkaran antar gender. Padahal manusia diciptakan berbeda-beda itu untuk saling melengkapi bukan saling tuntut. Seolah kita lupa bahwa Alloh SWT telah mengingatkan kita : "Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada di sisi mereka (masing-masing)." (Surat Al-Mukminun: 53) "Dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu gagal dan hilang kekuatanmu." (Surat Al-Anfal: 46)
Saya malah lebih setuju dengan kutipan Hadis Bukhari dan Ahmad yang meriwayatkan: Ketika Aisyah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah di rumahnya, ia berkata: "Nabi melayani keperluan istrinya menyapu rumah, menjahit baju, memperbaiki sandal, dan memerah susu." Anehnya, hadis ini jarang disebut oleh para mubalig. Hadis-hadis lain yang juga jarang diungkap: Rasululloh berkata,"Begitu pula laki-laki menanggung dosa yang sama seperti itu bila ia menyakiti dan berbuat zalim kepada istrinya. Barang siapa yang bersabar (menanggung penderitaan) karena perbuatan istrinya yang buruk, Allah akan memberikan untuk setiap kesabaran yang dilakukannya pahala seperti yang diberikan kepada Nabi Ayyub."
Karena hadis ini, saya selalu disiap untuk mengerjakan tugas rumah tangga seprti memandikan anak, menyapu rumah, mencuci dan menyetrika walaupun sering diprotes kalau lantainya kurang bersih kalau saya yang ngepel. Dan mungkin karena hadis ini pula saya ditakdirkan mendapatkan pahala seperti yang diberikan kepada nabi Ayyub. He he he... sembayangan..
Hmmm... rumit memang. Apalagi saya kurang faham soal agama dan hanya tau dari apa yang saya baca tanpa bisa menafsirkan langsung dari sumbernya yaitu Al Quran dan hadis. Jadi ya sekedar beropini saja lah...
Andai saja pada jaman Nabi SAW hidup sudah ada teknologi hologram dan kecerdasan buatan, sehingga isi otak nabi bisa ditransfer ke super komputer untuk menjawab atas semua pertanyaan kita...
menarik sekali neh kang wins........... biar bagaimanapun laki2 dan perempuan tetep lain, sekalipun kepinteran otaknya sama, tapi allah swt sudah membarikan kodrat yang berbeda. setuju????
Maksudnya yang pecohan itu antara laki laki dan perempuan. Saling ribut saling tuntut kesetaraan gender. Ya tidak mungkin mbok, yu... Masa saya disuruh babaran...?
Karena hadis ini, saya selalu disiap untuk mengerjakan tugas rumah tangga seprti memandikan anak, menyapu rumah, mencuci dan menyetrika walaupun sering diprotes kalau lantainya kurang bersih kalau saya yang ngepel. Dan mungkin karena hadis ini pula saya ditakdirkan mendapatkan pahala seperti yang diberikan kepada nabi Ayyub.
hmmm... aku be sok weru nek rika lagi nyapu (nek napyu tah aku ra tau weruh). melasi banget yakin lah. tapi filosofi "melasi" disini saya kira mungkin akan tetap kembali kepada takdire rika. ya kue mau "pahalane nabi ayub". tapi kata-kata "pahalane nabi ayyub" itu menurutku kok lebih terkesan sebuah bonus dari Tuhan. bukan sebagai kewajiban yang jika tidak dilaksanakan adalah sebuah DOSA. dan mungkin juga perlu ditelusuri alasan "nyapune" rika jangan-jangan juga terselip sebuah harapan untuk mendapatkan bonus "napyu" dari sang bojo.
Dilla pengagum berat ibuku di rumah...dia segala2nya bagiku Tiada kasih dan cinta yang abadi selain kasih _Nya dan kasih ibu.... Ibuuuuuuuuu...i miss u always...
Maksudnya yang pecohan itu antara laki laki dan perempuan. Saling ribut saling tuntut kesetaraan gender. Ya tidak mungkin mbok, yu... Masa saya disuruh babaran...?
apa iya ada yg nyuruh rawin babaran?....kebangeten kuwee...
kalo ada yg punya pandangan sesempit itu dalam melihat kesetaraan gender, aku bisa paham knp banyak yg gak setuju...ada lg yg krn pengen "setara" maka ikutan menyukai perempuan dan hasilnya lesbi...wahh...salah kaprah kuweee.....
duh,nyebut2 nama aku nih kaek nya mas,dimana2 nih mana ada sih cew yang kalo mas tanya,mau gak jadi bidadari ke 40 buat aku ??? pasti deh,jawaban nya,tidakkkkkkkkk
hadist itu hanyalah,suatu dalil,yang bisa kita ambil patokan dalam hidup tapi bukan nya mesti benar2 mengikuti hadist nya seutuh nya dong mas
jadi bidadari pertama ataupun ke 40,aku dan semua nya juga gak bakalan pernah tau kan mas ??? yang jelas,setiap cew pasti ingin jadi yang pertama kalo pun gak bisa jadi yang pertama,itu kembali lagi ke jodoh,mau dan rezeki itu di tangan tuhan mas' belum tentu apa yang kita inginkan bisa sama dengan apa yang udah di gariskan tuhan ke kita ^_^
Ya itu kan cuma contoh dari salah satu hadis yang kayaknya belum bisa saya terima. Walaupun Tuhan Maha Kuasa, tapi tetep ada rasa belum sreg dengan yang satu itu. makanya kenapa saya lontarkan ini, saya pengen tanggapan dari yang ahli tafsir, sahihkah ketentuan tentang itu...? Gitu lho maksudnya, say... Bukan ngebahas Deby, cuman sebagai contoh aja kok. Soalnya idenya keluar pas baca postingannya Deby. Boleh kan..?
iya mas,gpp kok mas kadang ide itukan bisa muncul kapan aja, kalo kita belajar mendalami ajaran agama kita pasti banyak banget hal yang belum kita ketahui mas ^_^
Sharing aja. Memang kadang kalo kita baca post temen ada yang jadi ngerti, ada yang jadi bingung dan ada pula yang jadi sumber inspirasi seperti Deby ini. Bikin penasaran dan menimbulkan tanda tanya. Soal nomer HP juga... :D
lah.....wong hadist kuwe isih gawean menunga nek bertentangan karo Qur'an ya wajar. sing lewih bahaya kuwe nek terlalu mengedepakan hadist.......ngritisi hadist jere kafir......padahal akeh sing bertentangan karo Qur'an/meragukan pribadi Muhammad sebagai nabi sing ma'sum. Hadist mbok disusun kurang lewihe 100 tahun setelah nabi wafat......sing jamane abu bakar karo umar malah kon di bakari. tapi kenangapa siki hadist kayane koh malah nggo acuan pertama yah? sitik2 nek ana masalah/pendapat....takon hadiste ana apa? ora takon disit nang Qur,an ana orane......
berarti sudah tepat dijanjikan bidadari di surga...Allah tahu kalau yg membuat manusia yg ppenuh hawa nafsu ini visualisasi ttg bidadari..woalaaaahhhh....aku jadi curiga jangan jangan.....para ahli agama yg alim alim itu..hanya mikir gimana biar bisa ketemu bidadari hihihihihi!!!
berarti sudah tepat dijanjikan bidadari di surga...Allah tahu kalau yg membuat manusia yg ppenuh hawa nafsu ini visualisasi ttg bidadari..woalaaaahhhh....aku jadi curiga jangan jangan.....para ahli agama yg alim alim itu..hanya mikir gimana biar bisa ketemu bidadari hihihihihi!!!
Berarti perempuan beriman hanya karena mengharapkan 40 pejantan tangguh..?
melu ngomong maning lah..hehehe..insyaallah aku tau maca koh tapi kelalen neng endi, lanang wadon sing mlebu surga ya dinehi 40 pendamping..nang surga ora ana cemburu, napsu, dan perasaan duniawi liyaneeee dadi yaaa nyante bae kweh..arep entuk 1, 10 apa 40 pendamping ya kesannya dah lumrah gitu lohhh..kaya kowe pada nduwe anak 1,2 apa 7..mangsud??
nek masalah lanang nyapu menyapu aja dipadakna karo bojoku aku be kaget2 karo wong landa kene..kabeh kuwe tergantung didikan wong tuwa, pengalaman hidup dan perkembangan pribadi..bojoku nyapu, ngasaih, ngumbah klambi, kadang melu masak, mbuang sampah, nggawa turu anakke..lah aku trus malah bingung, aku sih kon ngapa???
jere bojoku, gyeh tuhan kan maha pengasih lagi maha penyayang, mengko nek aku mlebu surga aku arep njaluk bidadari siji bae, kowe..duhhhhhh terus aku ngomong, lah nek aku mlebu surga terus njaluk keanu reeves sing dadi pendampingku priwe?? bojoku ngomong, oooo tak jeblosna kowe ming neraka maning..hihihi
ditato nang bathuk sisan ya Wins, ben nek kelalen bisa diwaca maning..nek ora bisa maca dwek ya njaluk tulung kancane kon macakna..nduwe kanca akeh mbok kowe, Wins, apik2an maning, manis2 maning, pada sayang karo kowe maning, kaya aku contone..hehehe